2011/04/19

Green tea latte or Matcha latte??

Pertama kali nyobain green tea latte itu di Starbucks Jakarta, bikinannya sepupu ku yang pernah jadi part time barista disana. Pas nyobain koq rasanya aneh ya… saya langsung gak suka saat itu dan gak berniat untuk mencoba lagi. Tapi pada dasarnya sih saya suka banget teh. Walaupun gak semua jenis teh sih… Favorit saya itu green tea, chamomile tea, teh rasa buah-buahan& teh yang pake perasa madu. Pas di Belanda dulu saya suka banget beli teh merk Pickwick dengan aneka macam rasa. Saya bahkan koleksi bungkus-bungkus tehnya karena lucu-lucu & saya tempel-tempel jadi satu dan delaminating untuk dibuat jadi pembatas buku.

Pas di Jepang, suatu hari makan di sebuah restoran burger, eh ternyata suami saya memesankan saya minuman matcha latte, alias green tea latte. Eh koq ternyata rasanya beda sama yang pertama saya cobain, kali ini rasanya enak banget dan malah saya jadi nagih. Tapi kenapa namanya matcha latte ya?? Bahkan di Starbucks Jepang pun namanya bukan green tea latte tapi matcha latte. Bukannya green tea dalam bahasa jepang itu ocha ya?? Tapi koq pas makan di sebuah resto mahal di Kyoto saya pesan ocha dikasihnya teh biasa ya (bukan teh hijau)??

Akhirnya cari-cari informasi eh taunya memang ada beberapa jenis teh hijau di Jepang yang digolongkan berdasarkan kualitas, bagian daun teh yang digunakan dan prosesnya. Teh hijau sebenarnya adalah teh yang mengalami proses oksidasi yang sangat minimal dalam prosesnya & tidak mengalami fermentasi. Ocha secara harfiah artinya adalah teh hijau secara umum, sedangkan teh hitam biasanya disebut Kocha. Berdasarkan sumber yang saya baca, semua teh yg dipake di Jepang itu dari teh hijau tapi mengalami proses yang berbeda-beda.

Matcha adalah teh hijau yang berbentuk bubuk. Daun teh di uap, dikeringkan dan dihancurkan hingga bubuk. Teh hijau yang dipakai untuk membuat green tea latte itu berbentuk bubuk, makanya di Jepang namanya jadi matcha latte. Matcha juga adalah teh yang digunakan dalam upacara teh Jepang, untuk memberi rasa pada es krim atau manisan-manisan Jepang. Kayanya kalau pulang ke Indonesia perlu bawa banyak matcha nih... hehehe…

Matcha
Berdasarkan www.savoryjapan.com jenis-jenis teh lain yang terkenal di Jepang antara lain:

 Gyokuro yang merupakan kualitas terbaik dari daun teh. Diambil dari daun teh muda pada saat musim semi, kemudian di uap dan dikeringkan. Untuk dihidangkannya sebaiknya di seduh dengan air hangat, bukan air panas. Daun teh yang diambil untuk matcha dan Gyokuro adalah dari teh yang tidak terkena sinar matahari alias diberi pelindung.

gyokuro
Sen-cha “infused tea” adalah teh dengan kualitas menengah yang cocok digunakan buat sehari-hari dan diseduh dengan air panas.

sencha
Ban-cha adalah teh yang “mentah” dan tidak mahal yang biasanya disuguhkan gratis dengan makanan pada restaurant-restaurant. Ban-cha dengan kualitas yang lebih rendah memiliki lebih banyak ampasnya sehingga harus diseduh dengan air mendidih. Hmm.. mungkin jenis teh ini yang disuguhkan di resto di Kyoto itu.



bancha
Hoji-cha (roasted tea) adalah ban-cha yang disangrai (roasted ban-cha), rasanya lebih pahit & smoky dan berwarna lebih coklat, harus diseduh dengan air mendidih.
hojicha
Genmai-cha (brown rice tea) adalah ban-cha dengan biji beras coklat yang disangrai, kadang dicampur dengan sedikit matcha supaya warnanya lebih bagus, kalau dalam bahasa inggris rasanya adalah “nice nutty flavor”. Hmmm.. penasaran… J Untuk jenis sen-cha, ban-cha, hoji-cha & genmai-cha daun teh yang diambil adalah dari daun teh yang saat tumbuh langsung terkena sinar matahari.
genmaicha
Mugi-cha, sebenarnya bukan berasal dari teh sama sekali, tapi dari biji barley yang disangrai. Biasanya dinikmati pas musim panas, diseduh dengan air dingin dan disajikan dingin. Jangan-jangan ini juga yang dipakai untuk teh anak-anak ya soalnya kalau coba tehnya Mye rasanya kaya bukan teh, ya rasanya seperti dari gandum, ya mungkin barley ini.

mugicha
Ternyata menarik juga ya belajar teh. Sama halnya dengan kopi, kopi kan memiliki berbagai macam cita rasa, ternyata teh juga memiliki banyak cita rasa yang menarik. Sebenarnya ada banyak lagi jenis-jenis teh tapi kalau dibahas semua kayanya kepanjangan. Anyway, dimana bisa belajar tentang teh ya?? Kayanya menarik banget bisa ikut Japanese Tea Ceremony yang pakai Kimono & belajar cara nge-blend teh & cara minum tehnya. Selama ini suka lihat di TV aja tuh tentang Japanese Tea Ceremony. Pengen juga belajar bikin mochi green tea, kue green tea, es krim green tea, pudding green tea, matcha waffle, matcha tiramisu, matcha cup cake.. apa lagi ya dengan green tea... :)

matcha ice cream

matcha in tea ceremony

have to try to make this one!! :)





















Taken from my Facebook notes published on Monday, April 4, 2011

1 comment:

  1. Thanks for info, jangn lupa kunjungi website kami. https://bit.ly/2QhzSjg

    ReplyDelete