2011/04/18

Mulai Dari Mana yaaa...

Sebelum akhirnya beneran bikin blog gara-gara dorongan suami saya, saya pernah mimpi buat nulis2 tentang apa aja yang terlintas di pikiran saya. Entah itu soal makanan, soal jalan2, dan terutama sih soal pengalaman2 yang saya alami pas tinggal di luar negeri. Beberapa teman saya juga pernah menyarankan untuk membuat blog saja daripada saya cuma menumpahkan tulisan saya di notes facebook. Tapi saat itu saya pikir saya blum punya waktu cukup banyak karena ngurus anak dan rumah tanpa asisten rumah tangga sepertinya memakan waktu 24 jam sehari saya.

Tapi ternyata "gatel" juga ya pengen cerita ini itu tentang banyak hal yang saya alami. Saat ini saya hanya ibu rumah tangga yang mempunyai seorang anak perempuan bernama Myesha. Alhamdulillah Allah memberi saya banyak kesempatan untuk mengenal negara-negara di luar Indonesia.

Sewaktu kecil, waktu itu umur 9 sampai 13 tahun, ayah saya yang bekerja di Kemlu diberi kesempatan untuk dinas di KBRI Madrid, Spanyol untuk kurang lebih hampir 4 thn. Saya masih ingat, saking saya cintanya sama Spanyol saya sampai menghitung berapa lama kita di Spanyol: 3 tahun 7 bulan 22 hari kurang 2 jam. Hahahaha... dasar anak kecil ya... kurang kerjaan jadi yang kaya gitu aja diperhatiin. Kalau ada yang bertanya "wah berarti bisa bahasa spanyol donk?". Iya saya bisa bahasa spanyol karena waktu itu saya sekolah di sekolah lokal berbahasa spanyol dan punya teman2 orang spanyol. Pas saya nikah pun, sahabat saya dari Spanyol datang menghadiri pernikahan saya. Di Spanyol saya mendapat banyak sekali pengalaman masa kecil yang indah dan sedih juga. Dengan kemampuan bahasa Spanyol saya akhirnya mengajar bahasa Spanyol, secara privat dan ngajar di sebuah lembaga juga. Sayang karir ayah saya tidak terlalu mulus jadi kami hanya berkesempatan pergi ke Spanyol dan gak ke negara lain, tapi walaupun cuma ke Spanyol, it was a big impact for me. :)

Setelah tidak ada kesempatan melalui jalur ayah saya untuk keluar negeri lagi, saya pikir "this is it, there will be no more living abroad". Tapi ternyata nasib berkata beda. Allah mempertemukan saya dengan suami saya yang saat itu sedang PhD di Belanda. Saat kami berkenalan, kami dikenalkan oleh tante saya, kami hanya berkomunikasi lewat email dan chatting. Dasar udah takdir dari Allah, hanya dalam 6 bulan dari awal kenal, kami lalu menikah. Lalu, gimana kami ketemunya?? Selama kenalan itu kita cuma ketemu 2 kali. Jadi pertama kali ketemu 3 bulan setelah perkenalan pertama lewat email & chatting, itu cuma 2 minggu. Lalu yang kedua, 3 bulan kemudian pas lamaran, itu juga cuma 2 minggu. Nah ketemu ke 3 kali ya pas seminggu sebelum nikah & setelah nikah hanya bisa bersama 3 minggu karena suami saya harus memulai pekerjaannya yang baru & sebelum saya bisa ke Belanda saya harus mengurus surat ini itu dulu. Jadi 3 bulan setelah nikah saya akhirnya ke Belanda, pertama untuk kunjungan singkat selama 3 bulan. Lalu pulang lagi ke Indonesia, dan setelah 3 bulan di Indonesia menunggu semua surat2 imigrasi selesai baru saya bisa pergi & menetap di Belanda. Pergi ke Belanda bukan pertama kalinya untuk saya, karena saat kami di Spanyol, kami sudah pernah jalan2 ke Belanda mengunjungi kakak tertua ibu saya yang tinggal di Leiden. Sayangnya, pas saya ikut suami, kita tinggal di Enschede yang jaraknya jauh dari Leiden jadi kita jarang sekali mengunjungi Ua saya. Kesempatan saya tinggal di Belanda tidak lama, hanya 1 tahun saja, tapi saya juga mendapat pengalaman banyak dan berharga karena saya hamil & melahirkan disana, punya banyak teman dari berbagai negara, dan pengalaman jalan2 yang sangat indah bersama suami.

Saat ini saya tinggal di Atsugi-shi, Kanagawa-ken, Jepang. Kalau kata teman2 saya, saya ini nomaden, hidupnya ngaclok2 kemana2. Hahaha... Tiba2 koq sudah ada di negara lain. Kata mereka nanti punya anak 5, di KTP beda2 semua tempat lahirnya. Hihihi... Setelah kontrak kerja suami saya yang di Belanda selesai, suami berniat mencari pekerjaan di Indonesia, eh ternyata nasib suami saya masih baik dan diberi kesempatan oleh Allah untuk kerja di luar negeri lagi. Jadi setelah 6 bulan di Indonesia, kita pun pindah ke Jepang, di kota kecil bernama Atsugi ini. Disini pengalamannya bisa dibilang lebih "ajaib" dan seru tentunya. Gak pernah sebelumnya kebayang bisa pergi ke negara Jepang, eh taunya bisa ke sini untuk tinggal selama setidaknya 1 tahun dengan modal nekad gak bisa bahasa jepang... yaahhh awal-awal tinggal disini geger lah karena susah komunikasi dan ternyata tidak ada teman setanah air yang tinggal dekat dengan kami di Atsugi.

Well... this is just the beginning of my story. Tunggu cerita2 saya selanjutnya yaa.. hehehe.. Pastinya sih saya bakal posting ulang notes2 saya yang di Facebook daaannnn pastinya juga saya bakal menambah cerita2 lainnya. Have a nice day everyone!! :)

No comments:

Post a Comment